Raka, kenapa setiap bunda kasih tahu selalu ngajak berdebat. Jadi bikin bunda bad mood, bunda hanya kasih tahu kalau mandi dulu sebelum sholat ashar, Raka malah ngomong ke bunda dengan nada tinggi kalau cuma mau ganti baju saja. Raka bilang ga mau pergi ngaji karena cuma yasinan saja. Sama aja itu juga ngaji. Raka malah adu debat lagi. Capek bunda mengingat Raka atau ngasih tahu Raka. Bawaannya jadi ikutan emosi juga.
Sekitar jam 4 pagi Raka dan Yumna sudah bangun. Pas aku cek suhu Raka dan Yumna 37. Yumna dari kemarin batuk -batuk saja seperti ketularan Raka yang sudah batuk dari hari Minggu. Ayah pun pamit mau langsung pulang ke Tigaraksa jam 4 pagi itu, kata teh mimah suruh langsung pulang saja habis pulang kerja. Yg rencananya nanti sore kita baru mau pulang ke Tigaraksa. Pikiran bunda pun tidak karuan, anak-anak pada sakit dan kondisi ibu mertua pun ngedrop. Raka pun mencret sampai belepotan ke lantai dan celana nya. Tambah riweh aja, apalagi yg ngasuh Yumna belum datang dan ayah udah pergi ke Tigaraksa. Hari ini bunda kerja masuk pagi. Sambil blander stok bubur Yumna, " Abang di makan dulu nasi nya, nanti bisa langsung minum obat" pintaku ke Raka yang lagi tidur di kasur. " Bukan urusan bunda juga" jawab Raka. Bunda pun terbawa emosi mendengar perkataan Raka seperti itu.